Minggu, 21 Mei 2017

Pak Guh Pencipta Lagu “Kere Munggah Mbale” Support Film Troble C.O.D 2

loading...




Kabardesaonlione.com, Pati - Teguh Ribawanto, seniman ternama asal kota Pati turut mendukung bakat-bakat muda Pati di bidang cinematografi dalam pembuatan film Troble C.O.D 2.  Selain support semangat kepada para kru dan pemaian, seniman yang akrab disapa Pak Guh itu membuktikan dukungannya dengan ikut ambil bagian dalam proses syuting.

“ Nanti di film akan ada adegan saya berkonflik sama pak Guh, gara-garanya……, pokoknya lihat saja nanti deh filmnya ” terang Abu Ubaidi sang pemeran utama Troble C.O.D ketika diwawancarai wartawan (11/05).

Ketika dikonfirmasi, kepada kabardesaonline.com pak Guh membenarkan bahwa dirinya ikut syuting di film Troble C.O.D 2  dan pak Guh mengaku salut akan kreatifitas para sineas muda Pati yang berani dan mampu memproduksi film laga, karna menurutnya produksi film laga punya tingkat kesulitan yang tinggi.

Lebih lanjut, seniman yang pernah meraih penghargaan AMI Award RCTI tahun 2011 lewat lagu “Kere Munggah Mbale” nya tersebut menyayangkan kurangnya perhatian dari Pemda Pati terhadap bakat-bakat seni muda yang ada di Pati

Pemerintah dalam hal ini Pemda Pati mestinya perduli dengan perkembangan perfilman Pati. Wujud dari kepedulian itu bisa diwujudkan dengan memberikan suntikan dana khusus buat perkembangan perfilman Pati ke Dinas Kebudayaan Kab. Pati dan diserahkan ke DKP (Dewan Kesenian Pati) untuk mengelolanya. ” tutur pak Guh kepada kabardesaonline.com (12/05)

“ Tidak seperti yang selama ini terjadi di Pati, kalau ada aliran dana kesenian selalu diberikan pada "perorangan", ironisnya perorangan yg dapat aliran dana itu bukan seorang seorang yg berkompeten di bidangnya alias bukan ahlinya. Sesuatu pekerjaan apapun kalau diserahkan pada yg bukan ahlinya pasti tdk akan menghasilkan seperti yg diharapkan. Apalagi selama ini di Pati yang dapat proyek pekerjaan seni selalu orang-orang yg tidak punya jiwa idealisme terhadap seni. Mereka selalu hanya mengharapkan atau mengejar untung tanpa mau tau produk yg mereka hasilkan berkualitas atau tidak. Kasihan teman-teman seni terutama para sineas Pati kayak anak tiri, gak pernah diperhatikan sama sekali. Akhirnya mereka kayak hidup sendiri, membiayai karya-karya mereka sendiri supaya jadi produk atau buah karya demi memunculkan buah karya mereka supaya dilihat masyarakat atau dinikmati masyarakat. ” lanjutnya.
Reporter : Saiful
Previous Post
Next Post

0 komentar:

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR

Baca Artikel Unik Lainnya

Situs Sejarah

Situs Untuk Pelajar