Senin, 20 Maret 2017

Sampai Detik ini, Heboh “Peletan” di Pati tidak terbukti (HOAX)

loading...
source image  
kabardesaonline.com, Pati -  Dalam beberapa bulan terakhir ini santer beredar kabar bahwa sindikat penculik anak atau yang akrab disebut masyarakat Pati sebagai “peletan” mulai masuk ke kampung-kampung untuk melancarkan aksinya.

Awal kehebohan masyarakat itu sebenarnya bermula dari informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook dan Whatsapp.  Alih-alih berniat menyebarkan informasi yang bermanfaat, netizen (pengguna internet) justru membuat keresahan di masyarakat, karna informasi berupa foto korban dan selebaran telah dinyatakan tidak benar alias hoax oleh pihak kepolisian di berbagai daerah.

Teknologi informasi yang sudah sedemikian canggihnya, budaya malas baca, dan kebiasaan men-share informasi-informasi di media sosial yang belum jelas sumbernya, berdampak pada penyebaran informasi ke ratusan ribu bahkan jutaan netizen hanya dalam hitungan detik saja. (red)

Asal Tuduh
Di beberapa wilayah di kota Pati dikabarkan banyak orang tidak berdosa yang dituduh dan ada pula yang ditangkap warga karna dicurigai sebagai “peletan”.   Belakangan diketahui mereka hanyalah orang gila, pemulung, dan penjual bumbu dapur keliling.   Ironisnya, prasangka dan kecurigaan yang berlebihan tersebut disebar oleh netizen ke media sosial, lagi-lagi kehebohan di masyarakat semakin menjadi-jadi.

Investigasi kabardesaonline.com di lapangan sampai berita ini diturunkan belum terbukti ada laporan yang masuk ke pihak yang berwajib berkenaan dengan kehilangan atau penculikan anak.  Kewaspadaan orang tua terhadap keselamatan anak mutlak diperlukan, tidak hanya di saat seperti ini melainkan harus berkelanjutan.

Yang perlu dihindari di saat seperti ini adalah kecurigaan yang berlebihan dan aksi main hakim sendiri, karna hal-hal tersebut justru akan semakin membuat masyarakat semakin resah dan malah berpotensi menimbulkan gangguan keamanan yang baru.

Terbukti Hoax  
Isu penculikan anak untuk diambil organ-organ tubuhnya dan dijual ke pasar gelap ternyata terjadi hampir menyeluruh di wilayah Indonesia. Beberapa Kapolres setempat secara resmi menyatakan bahwa isu tersebut adalah palsu alias hoax, dan mereka pihak kepolisian justru mengajak masyarakat bersama-sama memerangi hoax karna hanya akan menyebabkan keresahan di masyarakat.

Isu lama
Kejahatan penculikan anak memang banyak terjadi, berbagai motif yang melatar belakanginya, dari permintaan uang tebusan, dendam pribadi pelaku terhadap orang tua korban, kasus pedofilia, dll.

Namun untuk kasus penculikan masal anak-anak guna diambil organnya atau untuk tumbal proyek-proyek besar seperti yang akhir-akhir ini kembali mencuat adalah isu lama yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.  Trendnya selalu sama, muncul - tenggelam secara berulang-ulang dalam jeda waktu beberapa tahun. (aif)

Previous Post
Next Post

0 komentar:

HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR

Baca Artikel Unik Lainnya

Situs Sejarah

Situs Untuk Pelajar