Selasa, 24 Oktober 2017

Terowongan WBL Runtuh, Siswa SD asal Cabak – Tlogowungu Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia





kabardesaonline.com, Tlogowungu – Arga HS (11) siswa SDN Cabak Tlogowungu, Selasa (24/10) dilaporkan meninggal dunia setelah sehari mendapatkan perawatan intensif di di ruang ICU RSUD dr Soegiri Lamongan.  Korban mengalami cidera yang serius pada otak setelah sebelumnya tertimpa runtuhan bangunan terowongan di taman berburu di Wisata Bahari Lamongan, Senin (23/10)

Selasa, 18 Juli 2017

Bangun Infrastruktur, Desa Lahar- Tlogowungu gelontorkan Dana Desa 700 Juta lebih


Picture Source : Prihadi
kabardesaonline.com, Tlogowungu – Pemerintah Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati tahun 2017 ini gelontorkan Dana Desa sebesar 789.471.000,- atau hampir 800 juta guna membangun infrastruktur. Pembangunan didominasi pembuatan talud jalan dan drainase yang berlokasi di dukuh Gajah dan dukuh Dopang.  Adapun informasi titik pembangunan, volume, dan besaran dana yang berhasil KDo himpun adalah sebagai berikut. 

1. PEMBANGUNAN TALUD JALAN
Volume : P. 100 M, L. 30 Cm, T. 2 M
Lokasi : Dukuh Dopang Rt 03 Rw 01
Dana : Rp. 60.140.000,00

2. PEMBANGUNAN TALUD JALAN
Volume : P. 71 M, L. 30 Cm, T. 80 Cm
Lokasi : Dukuh Gajah Rt 01 Rw 06
Dana : Rp. 16.235.000,00

3. PEMBANGUNAN TALUD JALAN
Volume : P. 237 M, L. 30 Cm, T. 80-100 Cm
Lokasi : Dukuh Gajah Rt 01-02 Rw 06
Dana : Rp. 16.235.000,00

4. PEMBANGUNAN DRAINASE
Volume : P. 700 M, L. 40 Cm, T. 70 Cm
Lokasi : Dukuh Dopang Rt 03 Rw 01
Dana : Rp. 293.925.000,00

5. PEMBANGUNAN DRAINASE
Volume : P. 125 M, L. 40 Cm, T. 60 Cm
Lokasi : Dukuh Dopang Rt 01 Rw 01
Dana : Rp. 39.160.000,00

6. PEMBANGUNAN DRAINASE
Volume : P. 80 M, L. 40 Cm, T. 70 Cm
Lokasi : Dukuh Dopang Rt 02 Rw 02
Dana : Rp. 34.415.000,00

7. PEMBANGUNAN DRAINASE
Volume : P. 135 M, L. 40 Cm, T. 60 Cm
Lokasi : Dukuh Gajah Rt 04 Rw 02
Dana : Rp. 44.160.000,00

8. PEMBANGUNAN DRAINASE
Volume : P. 174 M, L. 40 Cm, T. 60 Cm
Lokasi : Dukuh Gajah Rt 01 Rw 06
Dana : Rp. 56.735.000,00

9. PEMBANGUNAN DRAINASE
Volume : P. 171 M, L. 40 Cm, T. 50 Cm
Lokasi : Dukuh Gajah Rt 03 Rw 06
Dana : Rp. 53.484.000,00

10. PEMBANGUNAN PENGASPALAN JALAN
Volume : P. 125 M, L. 3 M
Lokasi : Dukuh Dopang
Dana : Rp. 32.834.000,00

11. PEMBANGUNAN PENGASPALAN JALAN
Volume : P. 210 M, L. 2,25 M
Lokasi : Dukuh Gajah Rt 02 Rw 02
Dana : Rp. 40.732.000,00

12. PEMBANGUNAN MAKADAM JALAN
Volume : P. 300 M, L. 2,50 M
Lokasi : Dukuh Krakeh Rt 01 Rw 05
Dana : Rp. 66.176.000,00

Reporter : Saiful

Rabu, 14 Juni 2017

Bersinergi, KPMD dan Karang Taruna Desa Lahar Rintis Kelompok Usaha Bersama


Kabardesaonline.com, Tlogowungu - Kelompok Usaha Bersama (KUBE) “Mandala Karya” Desa Lahar Kec. Tlogowungu Kab. Pati mulai dirintis belum lama ini.  KUBE yang dimotori oleh Adi Pramono, Rohim, Aris, dkk tersebut mulai digagas pada awal bulan April lalu dan akhirnya dapat terwujud dengan dibentuknya KUBE dengan nama “Mandala Karya” pada Senin (15/05/2017), sebagai buah hasil sinerginya KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan Karang Taruna Mandala Desa Lahar.

Selasa, 13 Juni 2017

Sekolah Sehari Penuh mulai Juli 2017, Pro dan Kontra

source image
Kabardesaonline.com - Dalam beberapa pekan ini pemberitaan tanah air diramaikan pro dan kontra wacana full day school atau sekolah sehari penuh. Kegiatan belajar mengajar aktif selama 5 hari, Senin sampai dengan Jum’at, Sabtu - Minggu libur total.

Kamis, 25 Mei 2017

Film Troble COD 2 Siap tayang di 405 Desa se- Kabupaten Pati




Kabardesaonline.com, Pati - Film laga baru garapan SUBESSS Production - Pati yang dibintangi oleh aktor muda berbakat Abu Ubaidi siap untuk diputar di semua desa se Kabupaten Pati.  Kabar ini dikeluarkan langsung oleh sang sutradara Yovie Young ketika berbincang dengan kabardersaonline.com belum lama ini.

Ukir Prestasi, Kec. Tlogowungu 3 Kali Berturut-turut Juarai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Pati



Camat Tlogowungu Drs. Didik Rusdiartono

Kabardesaonline.com, Tlogowungu - Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir telah sukses mengukir prestasi dengan menjuarai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Pati.  Pada tahun 2015 desa Regaloh mendapat juara II, tahun 2016 desa Cabak mendapat juara III, dan terakhir desa Lahar pada tahun 2017 ini berhasil menyabet juara I.

Minggu, 21 Mei 2017

Pak Guh Pencipta Lagu “Kere Munggah Mbale” Support Film Troble C.O.D 2





Kabardesaonlione.com, Pati - Teguh Ribawanto, seniman ternama asal kota Pati turut mendukung bakat-bakat muda Pati di bidang cinematografi dalam pembuatan film Troble C.O.D 2.  Selain support semangat kepada para kru dan pemaian, seniman yang akrab disapa Pak Guh itu membuktikan dukungannya dengan ikut ambil bagian dalam proses syuting.

Minggu, 07 Mei 2017

Belum Setahun, Omset BUMDes “Ngudi Makmur” Kletek Pucakwangi capai Ratusan Juta rupiah




Kabardesaonline.com, Pucakwangi - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Ngudi Makmur” Desa Kletek Kec. Pucakwangi Kab. Pati menjadi sorotan masyarakat Pati atas prestasi yang diukirnya sebagai salah satu BUMDes yang telah sukses memberdayakan sumber daya manusia juga sumber daya alamnya.

Kabupaten Pati miliki Destinasi Wisata Baru di Kletek Pucakwangi




Kabardesaonline.com, Pucakwangi - Desa Kletek kecamatan Pucakwangi melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) nya telah sukses sumbangkan daftar destinasi wisata baru bagi Kabupaten Pati di pertengahan tahun 2017 ini.

Jumat, 31 Maret 2017

Penanam Rumput Gajah Di Bahu Jalan Terancam Denda 1 Milyar, Ini alasannya !


Kabardesaonline.com - Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melayangkan surat edaran tentang larangan penanaman rumput gajah di bahu jalan.  Surat dengan Nomor 622.7/2676 tertanggal 2 Maret 2017 tersebut diteruskan ke semua Desa se Kabupaten Pati melalui kantor kecamatan masing-masing.

Dasar hukum diberlakukannya aturan tersebut adalah mengacu pada UUD 1945, dimana disebutkan bahwa Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Lebih lanjut, mengenai larangan penanaman rumput gajah atau tanaman lain yang berpotensi mengganggu dijelaskan lebih sepesifik lagi dalam UU. No.38 Tahun 2004 Tentang Jalan pasal 12 ayat (1) bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.  Pelanggaran atas Undang-Undang ini diancam dengan denda maksimal Rp 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah) atau kurungan penjara paling lama 18 bulan.

Yang terjadi, alih-alih bermaksud memanfaatkan ruang nganggur dengan menanami rumput gajah atau singkong, selama ini banyak masyarakat banyak yang tidak memahami akan pentingnya bahu jalan. Padahal bahu jalan (jalur atau ruang yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas) memiliki banyak fungsi vital, di antaranya :
1.     Ruangan untuk tempat berhenti sementara bagi kendaraan yang mogok atau sekedar berhenti karena pengemudi punya alasan mendesak, atau untuk beristirahat.
2.     Ruangan untuk menghindarkan diri dari saat-saat darurat, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan.
3.     Memberikan kelegaan pada pengemudi, dengan demikian dapat meningkatkan kapasitas jalan yang bersangkutan.
4.     Memberikan sokongan pada konstruksi perkerasan jalan dari arah samping.
5.     Ruangan pembantu pada waktu mengadakan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jalan (untuk tempat penempatan alat-alat, dan penimbunan bahan material).
6.     Ruangan untuk lintasan kendaraan-kendaraan yang sifatnya emergency (darurat) misalnya patroli, ambulans, atau mobil pemadam kebakaran.

Pro dan Kontra
Lazim di masyarakat setiap aturan atau kebijakan pastilah menimbulkan pro dan kontra, karna semua aturan tidak bisa memuaskan semua pihak.  Dalam hal ini menjadi tugas Pemerintah Desa sebagai pemangku kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk memberi penjelasan dan pemahaman kepada seluruh warga, bahwa selain memang sudah diatur oleh undang-undang warga juga harus sadar akan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Reporter : Saiful 

Selasa, 28 Maret 2017

Lomba Desa Tahun 2017, Lahar Wakili Kecamatan Tlogowungu

Foto : Alfiyan
Kabardesaonline.com, Tlogowungu - Tahun 2017 ini giliran Desa Lahar didaulat sebagai peserta Lomba Desa Tahun 2017.  Sebelumnya di tahun 2016 desa tetangga yang berbatasan langsung dengan desa Lahar yakni desa Cabak berhasil meraih juara III dalam lomba yang sama. 

Lomba Desa dan Kelurahan, merupakan salah satu hajatan rutin Pemerintah Indonesia, dalam hal ini melekat pada Tugas Pokok dan Fungsi Kementerian Dalam Negeri. Direktorat Jenderal Bina Pemdes sebagai Kementerian  yang bertanggung jawab dalam tugas penyelenggaraan ini.

Indikator yang akan dinilai dalam lomba meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan, dan ketertiban. Selain itu, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan juga akan menjadi tolok ukur. Aspek lainnya antara lain penanggulangan kemiskinan, peningkataan kapasistas masyarakat, tanggap dan siaga bencana, inovasi, pelestarian adat dan budaya, tekhnologi informasi.

Terkait lomba yang akan dilaksanakan pada bulan April tersebut, Kepala Desa Lahar H. Setiawan Budhiaji, SE  dalam rapat pembinaan oleh Tim Kecamatan (Rabu, 22/03), menyampaikan bahwa Desa Lahar tidak akan membuat target juara.   Menurutnya, dalam Lomba tidak perlu desa memaksakan untuk menampilkan yang terbaik, yang terpenting adalah Lomba Desa ini harus dijadikan momentum untuk Desa berbenah ke arah yang lebih baik.


Reporter : Saiful

Senin, 27 Maret 2017

Brodin - New Pallapa “Blak-Blakan” Ke SNP Pati (VIDEO)



Kabardesaonline.com, Pati - Belum lama ini reporter KDo sempat berbincang dengan Brodin New Palapa di sela-sela perfom nya ketika show di Bumi Mina Tani.  Penyanyi 32 tahun ini berbicara banyak tentang SNP Pati. Berikut video wawancara Ega - reporter KDo dengan Brodin (17/03). 

Kamis, 23 Maret 2017

Kapolres se Indonesia : Isu Penculikan Anak itu Bohong !

image source

kabardesaonline.com, Jakarta - Heboh kabar penculikan anak yang telah menyebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia akhirnya membuat Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian angkat bicara. Kamis (23/03/2017) di Jakarta, seperti dilansir dari media daring kompas.com

Tito menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan semua Kepala Kepolisian di daerah (red : Kapolres) bahwa berita yang selama ini meresahkan masyarakat tersebut adalah hoax alias palsu

“ Saya selaku pimpinan kepolisian menyatakan tegas, sepanjang sepengetahuan saya dan para kepala kepolisian daerah, semuanya menjawab dan telah melakukan pengecekan, dan menjawab tidak ada,” kata Tito seperti dikutip dari kompas.com
.
Lebih lanjut Tito mengimbau, agar orangtua tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar. Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat waspada dan tidak mudah percaya dengan kabar hoax.
“Jangan over reaktif dan menjadi panik. Klarifikasi dengan kepolisian, dengan warga di sana, betul atau tidak informasi tersebut sebelum mencerna informasi,” ujarnya.

Sumber : kompas.com
Editor : Saiful


Senin, 20 Maret 2017

Sampai Detik ini, Heboh “Peletan” di Pati tidak terbukti (HOAX)

source image  
kabardesaonline.com, Pati -  Dalam beberapa bulan terakhir ini santer beredar kabar bahwa sindikat penculik anak atau yang akrab disebut masyarakat Pati sebagai “peletan” mulai masuk ke kampung-kampung untuk melancarkan aksinya.

Awal kehebohan masyarakat itu sebenarnya bermula dari informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook dan Whatsapp.  Alih-alih berniat menyebarkan informasi yang bermanfaat, netizen (pengguna internet) justru membuat keresahan di masyarakat, karna informasi berupa foto korban dan selebaran telah dinyatakan tidak benar alias hoax oleh pihak kepolisian di berbagai daerah.

Teknologi informasi yang sudah sedemikian canggihnya, budaya malas baca, dan kebiasaan men-share informasi-informasi di media sosial yang belum jelas sumbernya, berdampak pada penyebaran informasi ke ratusan ribu bahkan jutaan netizen hanya dalam hitungan detik saja. (red)

Asal Tuduh
Di beberapa wilayah di kota Pati dikabarkan banyak orang tidak berdosa yang dituduh dan ada pula yang ditangkap warga karna dicurigai sebagai “peletan”.   Belakangan diketahui mereka hanyalah orang gila, pemulung, dan penjual bumbu dapur keliling.   Ironisnya, prasangka dan kecurigaan yang berlebihan tersebut disebar oleh netizen ke media sosial, lagi-lagi kehebohan di masyarakat semakin menjadi-jadi.

Investigasi kabardesaonline.com di lapangan sampai berita ini diturunkan belum terbukti ada laporan yang masuk ke pihak yang berwajib berkenaan dengan kehilangan atau penculikan anak.  Kewaspadaan orang tua terhadap keselamatan anak mutlak diperlukan, tidak hanya di saat seperti ini melainkan harus berkelanjutan.

Yang perlu dihindari di saat seperti ini adalah kecurigaan yang berlebihan dan aksi main hakim sendiri, karna hal-hal tersebut justru akan semakin membuat masyarakat semakin resah dan malah berpotensi menimbulkan gangguan keamanan yang baru.

Terbukti Hoax  
Isu penculikan anak untuk diambil organ-organ tubuhnya dan dijual ke pasar gelap ternyata terjadi hampir menyeluruh di wilayah Indonesia. Beberapa Kapolres setempat secara resmi menyatakan bahwa isu tersebut adalah palsu alias hoax, dan mereka pihak kepolisian justru mengajak masyarakat bersama-sama memerangi hoax karna hanya akan menyebabkan keresahan di masyarakat.

Isu lama
Kejahatan penculikan anak memang banyak terjadi, berbagai motif yang melatar belakanginya, dari permintaan uang tebusan, dendam pribadi pelaku terhadap orang tua korban, kasus pedofilia, dll.

Namun untuk kasus penculikan masal anak-anak guna diambil organnya atau untuk tumbal proyek-proyek besar seperti yang akhir-akhir ini kembali mencuat adalah isu lama yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.  Trendnya selalu sama, muncul - tenggelam secara berulang-ulang dalam jeda waktu beberapa tahun. (aif)

Minggu, 05 Maret 2017

Ada 8 Penampakan Aneh di Film Saridin, Nomer 8 Paling Aneh !



Tulisan ini hadir bukan dalam rangka untuk mendiskreditkan sebuah karya film yang belakangan ini sudah sukses diproduksi dan mendapat respon luar biasa dari masyarakat Kabupaten Pati. Tapi tulisan ini nantinya diharapkan dapat menjadi semacam kritik dan bahan acuan untuk para pemrakarsa dan penanggung jawab film Saridin.   

Tidak sedikit kesalahan yang muncul dalam pengambilan gambar, kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya sangat mungkin untuk dihindari mengingat proses pembuatan film melibatkan banyak kru dan melalui proses editing sebelum siap tayang.


Banyak sebetulnya bakat-bakat muda Pati yang menekuni dunia sinematografi yang berharap film Saridin diproduksi dengan serius dan apik, sehingga film yang mengangkat tokoh legendaris Saridin itu bisa menjadi semacam tonggak bangkitnya perfilman di Bumi Mina Tani yang notabene punya banyak sekali sekolah kejuruan di bidang broadcasting.

1. Penontonnya harusnya dikondisikan




2. Tidak sampai 5 menit kok untuk bersihin sampah toko



3. Saklarnya harusnya tidak usah ikut dishoot



4. Lampunya dicopot bentar napa ?



5. Mungkin ada angle lain yang tak tampak tower



6. Buku yang dicetak di jaman modern, bagian properti harus lebih rajin nyari bahan




7. Papan nama yang kelihatan, harusnya ada angle lain




8. Mobilnya bisa dipindah sebentar dong.. (Kesalahan Fatal !)

Jumat, 03 Maret 2017

Dibutuhkan saat sungai banjir, Petani di Desa Lahar ingin jembatan ini cepat dibangun

Foto : Aries-Kdo
kabardesaonline.com, Tlogowungu - Ratusan warga di desa Lahar Kec. Tlogowungu - Pati, khususnya yang bermukim di dukuh Lahar dan dukuh Jasem berharap bisa segera membangun jembatan yang selama ini mereka manfaatkan untuk akses ke sawah atau ladang ketika kali sedang banjir.  Bukan hanya petani, warga yang melakukan aktifitas di sawah ladang untuk bekerja atau mencari pakan ternak yang mengharuskan menyebrang sungai ratusan jumlahnya.

Sewaktu-waktu jembatan yang hanya terbuat dari bambu tersebut hancur atau lenyap bila tersapu banjir besar. Tidak ada pilihan lain warga terpaksa menunggu sampai banjir reda, atau harus rela berjalan memutar lebih dari 1 km mencapai jembatan lain yang ada di desa Tajungsari di sebelah barat desa Lahar.

Areal sawah dan ladang yang dimaksud memang diapit oleh dua aliran sungai, di sebelah utara DAS (Daerah Aliran Sungai) ada di dukuh Lahar dan di sebelah selatan DAS ada di dukuh Krakeh, sehingga ketika terjadi banjir besar warga banyak yang merasa resah.

Tidak terlalu menjadi masalah ketika hendak berangkat sungai banjir dan jembatan tidak bisa diseberangi, yang menjadi masalah adalah ketika ada warga yang masih di sawah atau ladang dan tidak bisa menyebrang, keluarga yang di rumah pasti merasa was-was menunggu kepulangan anggota keluarganya, bila dipaksakan menyebrang akan sangat beresiko (red)

Sumari salah seorang Petani, kepada kabardesaonline.com menuturkan bahwa warga sekitar, khususnya yang saben hari memanfaatkan jembatan tersebut berharap bisa secepatnya mendapat bantuan stimulant dari Pemdes Lahar, guna membangun jembatan itu dengan cor atau beton sehingga akan lebih kuat dan awet.

“ Saya mendengar sekarang desa punya dana milyaran dari Pemerintah Pusat, kami sebagai warga yang merasa butuh sangat berharap mendapat bantuan juga, karna jembatan ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh kami para petani, kami pun siap urunan (swadaya) bila memang bantuan yang diberikan oleh Desa tidak mencukupi ” terang Sumari kepada kabardesaonline.com (01/03)

Reporter : Saiful                                                                                               

Nasib Wahono, Tunawisma yang tinggal di Kuburan kini tengah kritis


Kabardesaonline.com, Tlogowungu - Seorang tunawisma yang bertahun-tahun tinggal di kuburan desa Tajungsari - Tlogowungu kini nasibnya sangat memprihatinkan.  Pria lanjut usia yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Wahono tersebut dua hari yang lalu dikabarkan ditemukan warga dalam kondisi tak sadarkan diri di perkebunan yang jauh dari permukiman penduduk, warga kemudian bersama-sama menggotongnya dan dibawa ke tempat tinggalnya.

Reporter kabardesaonline.com ketika menyambangi kediaman Wahono (02/13) mendapati pria tunawisma tersebut tergolek lemas di gubuk tempat tinggalnya selama ini yang berada di tanah kuburan.  Aparat desa dan beberapa warga sekitar yang juga berada di lokasi menuturkan bahwa rencananya Wahono akan diurus oleh Polsek Tlogowungu bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dari Polres Pati.

Baca Juga : Tak punya rumah, Kakek asal Kec. Tlogowungu ini bertahun-tahun tidur di Kuburan

Sampai berita ini diturunkan belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait kondisi terakhir Wahono setelah di bawa ke Rumah Sakit Daerah, rencananya Wahono akan diserahkan oleh Babinkamtimbas Polres Pati ke Panti Sosial.

Sempat diberitakan sebelumnya bahwa Wahono yang hidup sebatang kara itu mendiami kuburan atas seijin Pemerintah Desa setempat lantaran tidak memiliki tempat hunian.  Sebelumnya kakek-kakek tersebut oleh masyarakat sekitar diijinkan mendiami Punden Nyai Ageng Kenduruan yang tidak jauh dari gubuk tempat tinggalnya yang sekarang, namun karna sesuatu hal Wahono tidak tinggal di Punden itu lagi dan tidur di kuburan. Berikut Video kondisi terakhir Wahono :



Reporter : Aries, Ega
Editor : Saiful M

Rabu, 01 Maret 2017

Kupu - Kupu Malang di Lokalisasi Bulu Indah - Pati (Video Wawancara)

Kabardesaonline.com, Pati - Bila sebutan kupu-kupu malam disematkan kepada mereka yang berpenampilan cantik dan menggoda menghiasi malam para lelaki pengumbar syahwat, maka kupu-kupu malang sangat tepat untuk menyebut para WTS yang beroperasi di tempat Lokalisasi Bulu Indah Pati.

Penampilan yang jauh dari kesan cantik atau menggoda, karna memang rata-rata usia sudah mendekati 60 tahun tidak menghalangi niat mereka untuk menjajakan kenikmatan kepada para lelaki hidung belang. Nyatanya tidak sedikit pria muda dan gagah yang mencicipi pelayanan mereka.

Terlepas apakah mereka sadar atau tidak bahwa profesi tersebut merupakan “penyakit masyarakat” yang jelas haram menurut agama maupun tatanan norma tetap saja mereka adalah wanita-wanita malang yang layak mendapat perhatian dan bimbingan dari masyarakat dan Pemangku Kebijakan setempat.

Mereka yang rata-rata dulunya hanya lulusan SD tersebut, kepada kabardesaonline.com mengaku tidak punya pilihan lain kecuali menjadi pramuria.  Himpitan ekonomi, ketidak pedulian sanak saudara, dan minimnya bimbingan agama membuat mereka terjerumus ke dalam pekerjaan haram tersebut di usia senja.

Berikut video wawancara reporter kabardesaonline.com bersama salah seorang WTS di Lokalisasi Bulu Indah - Trangkil - Pati (02/2017)


Reporter : Ega
Editor : Saiful

Minggu, 19 Februari 2017

Empat Fakta Unik di balik Pilkada Pati 2017

Pengguna hak pilih di TPS 1 Desa Lahar - Tlogowungu

kabardesaonline.com - Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pati tahun 2017 selesai sudah. Pasangan Haryanto - Saiful Arifin terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati untuk masa tugas 2017-2022 setelah mengantongi suara 519.668 atau 74,52 % dari total pengguna hak pilih 711.521 orang, unggul telak dari Kota Kosong yang hanya mendapat 177.682 suara atau 25.48 %.  Sekedar diketahui DPT Pati adalah 1.035.825 (sumber : website resmi KPU Pati)

Ada banyak hal menarik dibalik Pilkada Pati tahun 2017 ini, berikut Empat Fakta Unik di balik Pilkada Pati 2017 versi kabardesaonline.com

1.        Mendagri termakan berita Hoax, sebut Kotak Kosong menang
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat termakan berita hoax alias palsu dengan menyebut bahwa Kotak Kosong menang sebelum akhirnya diklarifikasi.
"Ada yang menarik, kotak kosong menang. Dan itu di daerah padat penduduk, padat pemilih. Hampir 1,5 juta di Pati," ujar Tjahjo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis 16 Februari 2017, seperti dikutip dari laman viva.co.id.

image : viva.co.id

Sangat menggelitik sekali, sekelas Menteri sampai begitu ceroboh mengeluarkan statement di tengah-tengah perang melawan berita hoax yang digaungkan pemerintah. Padahal ada sumber yang lebih kredibel untuk mengetahui hasil penghitungan suara yakni KPUD setempat, Mengingat pernyataan mantan Sekjen PDIP periode 2010-2015 itu dikeluarkan sehari pasca hari pencoblosan (red)

Seperti diketahui, saling klaim kemenangan memang terjadi dalam Pilkada Pati 2017 kemarin, baik kubu Harfin (Haryanto - Saiful Arifin) maupun Kotak Kosong mengaku sudah mengantongi hasil coblosan melalui hitung cepat versi mereka.  Klaim mereka disebar via media sosial bahkan lewat telekonferensi radio lokal.


2.        Pemilih pemula banyak yang grogi dan salah coblos
Pemilih pemula adalah pemilih yang baru akan menggunakan hak pilihnya, kebanyakan dari mereka para remaja yang baru atau sudah menginjak usia 17 tahun di hari pencoblosan.  Selain syarat usia 17 tahun, mereka yang sudah / pernah kawin; dan Purnawirawan / Sudah tidak lagi menjadi anggota TNI / Kepolisian juga bisa disebut sebagai pemilih pemula.



Informasi yang dihimpun kabardesaonline.com di lapangan, baik wawancara langsung dengan pemilih pemula maupun penuturan para petugas di TPS kebanyakan pemilih pemula mengaku grogi dan gemetar ketika sudah ada di dalam bilik untuk mencoblos.

“ Banyak gadis belia yang tampak grogi sampai salah coblos, mungkin karna itu pengalaman pertama bagi mereka.  Beberapa dari mereka meminta surat suara baru kepada anggota KPPS karna salah coblos ” tutur salah seorang anggota KPPS di Desa Lahar Kec. Tlogowungu yang tidak disebutkan identitasnya (19/02).

“ Lain ceritanya dengan Titik (42), Ibu dua anak ini kepada kabardesaonline.com bercerita bahwa anak gadisnya yang merupakan pemilih pemula minta ditemani di dalam bilik dan minta ditunjukkan tata cara mencoblos yang sah.

3.        Mencoblos “Kotak Kosong” karna tidak suka dengan Tim Sukses Paslon
Perolehan suara Kotak Kosong yang mencapai 25 persen tidak serta merta bisa diartikan bahwa banyak rakyat yang tidak setuju dengan calon Petahana.  Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa banyak pencoblos Kotak Kosong memiliki motif lain, diantaranya tidak suka dengan Timses Paslon yang ada di tingkat desa.

Konflik pribadi maupun kelompok di akar rumput menjadikan gerakan coblos Kotak Kosong sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap Timses Paslon yang terdiri dari unsur pengurus partai maupun Pemdes.

4.        Banyak yang mau nyoblos Ahok
Masyarakat awam yang kurang mendapat sosialisasi banyak yang tidak mengenal sosok calon Bupati dan Wakil Bupati mereka. Ramai diperbincangkan H-1 sebelum pencoblosan bahwa ibu-ibu yang beraktifitas di Pasar Desa Lahar berseloroh akan memilih Ahok di Pilkada Pati 2017.

Pemberitaan mengenai Ahok yang hampir setiap hari tidak bisa dipungkiri telah menjadi Top of Mind bagi sebagian masyarakat di kalangan bawah.  Rata-rata mereka tidak memahami bahwa Ahok adalah calon Gubernur untuk wilayah DKI Jakarta.



Tidak hanya di desa Lahar, kontributor kabardesaonline.com melaporkan bahwa fenomena tersebut banyak juga terjadi di wilayah lainnya. Kebanyakan mereka yang mengidolakan Ahok dan akan mencoblosnya adalah kalangan ibu-ibu yang minim pengetahuan dan mereka yang lanjut usia.

Reporter : Abdul Rohim
Editor : Saiful M

Sabtu, 14 Januari 2017

Promosikan Wisata Daerah, Dishubkominfo Kab. Pati Apresiasi Film Troble C.O.D 2


kabardesaonline.com, Pati -  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati melalui Kabid E-Government memberikan apresiasi kepada bakat-bakat muda Pati yang telah berperan aktif mempromosikan wisata dan potensi daerah lewat sebuah film Troble C.O.D 2 yang rencananya akan mulai dirilis pada bulan Maret nanti.

Troble C.O.D 2 merupakan film sekuel dari film pendahulunya yang juga berjudul sama yakni Troble C.O.D 1 yang telah sukses memikat hati para praktisi dan penikmat film yang ada di Pati dan di berbagai wilayah di luar Pati, karna selain diputar di acara-acara nobar film garapan sutradara muda Yovie Young itu juga diunggah di Youtube sehingga bisa ditonton siapapun, kapanpun, dan di manapun berada.

Luky Pratugas Narimo, S.STP, MM Kepala Bidang E-Government Dishubkominfo Kab. Pati, kepada kabardesaonline.com ketika dimintai tanggapannya perihal karya-karya film anak Pati menyampaikan bahwa Kab. Pati memang sangat membutuhkan anak-anak muda yg penuh imajinasi, kreatif dan berani bermimpi besar.

Luky Pratugas Narimo, SSTP, MM - Kabid E-Government Dishubkominfo Kab. Pati

“ Saya berharap teman-teman jangan pernah terbatasi dengan keadaan. Mulailah dari apa yg ada. Saya percaya karya yang didasari dari ketulusan untuk memberi dampak dan manfaatnya pasti akan berbuah manis, cepat atau lambat. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk menghasilkan karya-karya original yang tumbuh dari kearifan lokal, hingga pada saatnya nanti teman-teman akan tersenyum puas dan bangga karena karya-karya tersebut akan memberi dampak yang luar bisa bagi generasi ke generasi. Amin ”   Terang Luky kepada kabardesaonline.com (10/1).


Seperti diketahui, Troble C.O.D 1 dan 2 dapat terwujud memang murni dari swadaya dan kesukarelaan para pemain dan semua kru film untuk menunjukkan bahwa anak-anak muda Pati mampu berkarya dan mempromosikan daerahnya meskipun tanpa ada sponsor dan dukungan dari pihak manamun juga.



Yovie, selain sebagai pengarah kru juga ikut ambil bagian sebagai pemeran dalam film Troble C.O.D 1 dan 2 tersebut. Kepada kabardesaonline.com (11/1) ayah satu anak itu menuturkan bahwa dalam film tersebut nantinya akan ada kejutan-kejutan tak terduga yang akan mengeksplor tempat-tempat eksotis di Pati.

Reporter : Saiful

Baca Artikel Unik Lainnya

loading...

Situs Sejarah