Kamis, 06 April 2017

Salah Satu Cincin Bertuah Peninggalan Dinasti Ying ada di Indonesia


Kabardesaonline.com - Satu dari lima cincin peninggalan Dinasti Ying diduga kuat masih berada di Indonesia sampai sekarang ini.  Cincin yang konon menyimpan kekuatan tersembunyi itu diketahui sudah ada di Indonesia sejak puluhan tahun silam.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa cincin bermata hijau itu masuk ke Indonesia beberapa tahun pasca kemerdekaan, dibawa oleh sindikat pedagang gelap guna dijual kepada salah satu bos koorporasi besar yang punya ambisi menguasai percaturan politik di tanah air.

Pada tahun 1988 dilaporkan sempat terjadi tragedi berdarah antar dua geng besar di Surabaya demi memberebutkan cincin yang selalu berpindah tangan karna banyak yang memperebutkannya itu. 138 orang tewas dalam tragedi ini termasuk salah satu ketua dari geng yang bertikai tersebut.  Pasca kerusuhan tersebut tidak ada yang mengetahui hal ihwal keberadaan cincin pembawa petaka itu.

Drs. Suprapto, Dosen Sejarah juga seorang peneliti benda-benda kuno dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta dalam jurnal ilmiahnya menyebut bahwa cincin fenomenal warisan Dinasti Ying sebetulnya berjumlah 5 buah dengan warna yang berbeda, yang ada di Indonesia hanyalah salah satunya. Namun cincin dengan warna hijau yang ada di Indonesia dipercaya memiliki kekuatan yang paling dahsyat.

Di tempat berbeda, salah seorang supranatural yang tidak mau disebutkan identitasnya mengungkap rahasia dari cincin bertuah itu.  Konon siapapun yang memegang cincin itu akan tertimpa suatu malapetaka bila punya niat yang tidak baik.  Sebetulnya hanya mereka yang memiliki darah keturunan Dinasti Ying sajalah yang mampu memanggil kekuatan yang terkandung di dalamnya, namun tidak menutup kemungkinan orang lain yang memiliki hati bersih juga bisa memakainya karna dahulu sempat beredar kabar cincin itu pernah dipakai oleh salah seorang penguasa yang ada di Jawa.

Belakangan ini santer beredar informasi bahwa cincin itu muncul kembali sebagai barang rebutan oleh para kolektor dan pengusaha, sayang mereka tidak mengetahui misteri yang ada di cincin tersebut. Tidak menutup kemungkinan banyak korban baru akan berjatuhan. Tidak lama lagi.
Reporter : Saiful





ARTIKEL INI HANYALAH FIKTIF BELAKA, DIPERUNTUKKAN GUNA SHOTING FILM

Jumat, 31 Maret 2017

Penanam Rumput Gajah Di Bahu Jalan Terancam Denda 1 Milyar, Ini alasannya !


Kabardesaonline.com - Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melayangkan surat edaran tentang larangan penanaman rumput gajah di bahu jalan.  Surat dengan Nomor 622.7/2676 tertanggal 2 Maret 2017 tersebut diteruskan ke semua Desa se Kabupaten Pati melalui kantor kecamatan masing-masing.

Dasar hukum diberlakukannya aturan tersebut adalah mengacu pada UUD 1945, dimana disebutkan bahwa Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Lebih lanjut, mengenai larangan penanaman rumput gajah atau tanaman lain yang berpotensi mengganggu dijelaskan lebih sepesifik lagi dalam UU. No.38 Tahun 2004 Tentang Jalan pasal 12 ayat (1) bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.  Pelanggaran atas Undang-Undang ini diancam dengan denda maksimal Rp 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah) atau kurungan penjara paling lama 18 bulan.

Yang terjadi, alih-alih bermaksud memanfaatkan ruang nganggur dengan menanami rumput gajah atau singkong, selama ini banyak masyarakat banyak yang tidak memahami akan pentingnya bahu jalan. Padahal bahu jalan (jalur atau ruang yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas) memiliki banyak fungsi vital, di antaranya :
1.     Ruangan untuk tempat berhenti sementara bagi kendaraan yang mogok atau sekedar berhenti karena pengemudi punya alasan mendesak, atau untuk beristirahat.
2.     Ruangan untuk menghindarkan diri dari saat-saat darurat, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan.
3.     Memberikan kelegaan pada pengemudi, dengan demikian dapat meningkatkan kapasitas jalan yang bersangkutan.
4.     Memberikan sokongan pada konstruksi perkerasan jalan dari arah samping.
5.     Ruangan pembantu pada waktu mengadakan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jalan (untuk tempat penempatan alat-alat, dan penimbunan bahan material).
6.     Ruangan untuk lintasan kendaraan-kendaraan yang sifatnya emergency (darurat) misalnya patroli, ambulans, atau mobil pemadam kebakaran.

Pro dan Kontra
Lazim di masyarakat setiap aturan atau kebijakan pastilah menimbulkan pro dan kontra, karna semua aturan tidak bisa memuaskan semua pihak.  Dalam hal ini menjadi tugas Pemerintah Desa sebagai pemangku kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk memberi penjelasan dan pemahaman kepada seluruh warga, bahwa selain memang sudah diatur oleh undang-undang warga juga harus sadar akan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Reporter : Saiful 

Selasa, 28 Maret 2017

Lomba Desa Tahun 2017, Lahar Wakili Kecamatan Tlogowungu

Foto : Alfiyan
Kabardesaonline.com, Tlogowungu - Tahun 2017 ini giliran Desa Lahar didaulat sebagai peserta Lomba Desa Tahun 2017.  Sebelumnya di tahun 2016 desa tetangga yang berbatasan langsung dengan desa Lahar yakni desa Cabak berhasil meraih juara III dalam lomba yang sama. 

Lomba Desa dan Kelurahan, merupakan salah satu hajatan rutin Pemerintah Indonesia, dalam hal ini melekat pada Tugas Pokok dan Fungsi Kementerian Dalam Negeri. Direktorat Jenderal Bina Pemdes sebagai Kementerian  yang bertanggung jawab dalam tugas penyelenggaraan ini.

Indikator yang akan dinilai dalam lomba meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan, dan ketertiban. Selain itu, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan juga akan menjadi tolok ukur. Aspek lainnya antara lain penanggulangan kemiskinan, peningkataan kapasistas masyarakat, tanggap dan siaga bencana, inovasi, pelestarian adat dan budaya, tekhnologi informasi.

Terkait lomba yang akan dilaksanakan pada bulan April tersebut, Kepala Desa Lahar H. Setiawan Budhiaji, SE  dalam rapat pembinaan oleh Tim Kecamatan (Rabu, 22/03), menyampaikan bahwa Desa Lahar tidak akan membuat target juara.   Menurutnya, dalam Lomba tidak perlu desa memaksakan untuk menampilkan yang terbaik, yang terpenting adalah Lomba Desa ini harus dijadikan momentum untuk Desa berbenah ke arah yang lebih baik.


Reporter : Saiful

Senin, 27 Maret 2017

Brodin - New Pallapa “Blak-Blakan” Ke SNP Pati (VIDEO)



Kabardesaonline.com, Pati - Belum lama ini reporter KDo sempat berbincang dengan Brodin New Palapa di sela-sela perfom nya ketika show di Bumi Mina Tani.  Penyanyi 32 tahun ini berbicara banyak tentang SNP Pati. Berikut video wawancara Ega - reporter KDo dengan Brodin (17/03). 

Kamis, 23 Maret 2017

Kapolres se Indonesia : Isu Penculikan Anak itu Bohong !

image source

kabardesaonline.com, Jakarta - Heboh kabar penculikan anak yang telah menyebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia akhirnya membuat Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian angkat bicara. Kamis (23/03/2017) di Jakarta, seperti dilansir dari media daring kompas.com

Tito menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan semua Kepala Kepolisian di daerah (red : Kapolres) bahwa berita yang selama ini meresahkan masyarakat tersebut adalah hoax alias palsu

“ Saya selaku pimpinan kepolisian menyatakan tegas, sepanjang sepengetahuan saya dan para kepala kepolisian daerah, semuanya menjawab dan telah melakukan pengecekan, dan menjawab tidak ada,” kata Tito seperti dikutip dari kompas.com
.
Lebih lanjut Tito mengimbau, agar orangtua tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar. Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat waspada dan tidak mudah percaya dengan kabar hoax.
“Jangan over reaktif dan menjadi panik. Klarifikasi dengan kepolisian, dengan warga di sana, betul atau tidak informasi tersebut sebelum mencerna informasi,” ujarnya.

Sumber : kompas.com
Editor : Saiful


Senin, 20 Maret 2017

Sampai Detik ini, Heboh “Peletan” di Pati tidak terbukti (HOAX)

source image  
kabardesaonline.com, Pati -  Dalam beberapa bulan terakhir ini santer beredar kabar bahwa sindikat penculik anak atau yang akrab disebut masyarakat Pati sebagai “peletan” mulai masuk ke kampung-kampung untuk melancarkan aksinya.

Awal kehebohan masyarakat itu sebenarnya bermula dari informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook dan Whatsapp.  Alih-alih berniat menyebarkan informasi yang bermanfaat, netizen (pengguna internet) justru membuat keresahan di masyarakat, karna informasi berupa foto korban dan selebaran telah dinyatakan tidak benar alias hoax oleh pihak kepolisian di berbagai daerah.

Teknologi informasi yang sudah sedemikian canggihnya, budaya malas baca, dan kebiasaan men-share informasi-informasi di media sosial yang belum jelas sumbernya, berdampak pada penyebaran informasi ke ratusan ribu bahkan jutaan netizen hanya dalam hitungan detik saja. (red)

Asal Tuduh
Di beberapa wilayah di kota Pati dikabarkan banyak orang tidak berdosa yang dituduh dan ada pula yang ditangkap warga karna dicurigai sebagai “peletan”.   Belakangan diketahui mereka hanyalah orang gila, pemulung, dan penjual bumbu dapur keliling.   Ironisnya, prasangka dan kecurigaan yang berlebihan tersebut disebar oleh netizen ke media sosial, lagi-lagi kehebohan di masyarakat semakin menjadi-jadi.

Investigasi kabardesaonline.com di lapangan sampai berita ini diturunkan belum terbukti ada laporan yang masuk ke pihak yang berwajib berkenaan dengan kehilangan atau penculikan anak.  Kewaspadaan orang tua terhadap keselamatan anak mutlak diperlukan, tidak hanya di saat seperti ini melainkan harus berkelanjutan.

Yang perlu dihindari di saat seperti ini adalah kecurigaan yang berlebihan dan aksi main hakim sendiri, karna hal-hal tersebut justru akan semakin membuat masyarakat semakin resah dan malah berpotensi menimbulkan gangguan keamanan yang baru.

Terbukti Hoax  
Isu penculikan anak untuk diambil organ-organ tubuhnya dan dijual ke pasar gelap ternyata terjadi hampir menyeluruh di wilayah Indonesia. Beberapa Kapolres setempat secara resmi menyatakan bahwa isu tersebut adalah palsu alias hoax, dan mereka pihak kepolisian justru mengajak masyarakat bersama-sama memerangi hoax karna hanya akan menyebabkan keresahan di masyarakat.

Isu lama
Kejahatan penculikan anak memang banyak terjadi, berbagai motif yang melatar belakanginya, dari permintaan uang tebusan, dendam pribadi pelaku terhadap orang tua korban, kasus pedofilia, dll.

Namun untuk kasus penculikan masal anak-anak guna diambil organnya atau untuk tumbal proyek-proyek besar seperti yang akhir-akhir ini kembali mencuat adalah isu lama yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.  Trendnya selalu sama, muncul - tenggelam secara berulang-ulang dalam jeda waktu beberapa tahun. (aif)

Minggu, 05 Maret 2017

Ada 8 Penampakan Aneh di Film Saridin, Nomer 8 Paling Aneh !



Tulisan ini hadir bukan dalam rangka untuk mendiskreditkan sebuah karya film yang belakangan ini sudah sukses diproduksi dan mendapat respon luar biasa dari masyarakat Kabupaten Pati. Tapi tulisan ini nantinya diharapkan dapat menjadi semacam kritik dan bahan acuan untuk para pemrakarsa dan penanggung jawab film Saridin.   

Tidak sedikit kesalahan yang muncul dalam pengambilan gambar, kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya sangat mungkin untuk dihindari mengingat proses pembuatan film melibatkan banyak kru dan melalui proses editing sebelum siap tayang.


Banyak sebetulnya bakat-bakat muda Pati yang menekuni dunia sinematografi yang berharap film Saridin diproduksi dengan serius dan apik, sehingga film yang mengangkat tokoh legendaris Saridin itu bisa menjadi semacam tonggak bangkitnya perfilman di Bumi Mina Tani yang notabene punya banyak sekali sekolah kejuruan di bidang broadcasting.

1. Penontonnya harusnya dikondisikan




2. Tidak sampai 5 menit kok untuk bersihin sampah toko



3. Saklarnya harusnya tidak usah ikut dishoot



4. Lampunya dicopot bentar napa ?



5. Mungkin ada angle lain yang tak tampak tower



6. Buku yang dicetak di jaman modern, bagian properti harus lebih rajin nyari bahan




7. Papan nama yang kelihatan, harusnya ada angle lain




8. Mobilnya bisa dipindah sebentar dong.. (Kesalahan Fatal !)

Jumat, 03 Maret 2017

Dibutuhkan saat sungai banjir, Petani di Desa Lahar ingin jembatan ini cepat dibangun

Foto : Aries-Kdo
kabardesaonline.com, Tlogowungu - Ratusan warga di desa Lahar Kec. Tlogowungu - Pati, khususnya yang bermukim di dukuh Lahar dan dukuh Jasem berharap bisa segera membangun jembatan yang selama ini mereka manfaatkan untuk akses ke sawah atau ladang ketika kali sedang banjir.  Bukan hanya petani, warga yang melakukan aktifitas di sawah ladang untuk bekerja atau mencari pakan ternak yang mengharuskan menyebrang sungai ratusan jumlahnya.

Sewaktu-waktu jembatan yang hanya terbuat dari bambu tersebut hancur atau lenyap bila tersapu banjir besar. Tidak ada pilihan lain warga terpaksa menunggu sampai banjir reda, atau harus rela berjalan memutar lebih dari 1 km mencapai jembatan lain yang ada di desa Tajungsari di sebelah barat desa Lahar.

Areal sawah dan ladang yang dimaksud memang diapit oleh dua aliran sungai, di sebelah utara DAS (Daerah Aliran Sungai) ada di dukuh Lahar dan di sebelah selatan DAS ada di dukuh Krakeh, sehingga ketika terjadi banjir besar warga banyak yang merasa resah.

Tidak terlalu menjadi masalah ketika hendak berangkat sungai banjir dan jembatan tidak bisa diseberangi, yang menjadi masalah adalah ketika ada warga yang masih di sawah atau ladang dan tidak bisa menyebrang, keluarga yang di rumah pasti merasa was-was menunggu kepulangan anggota keluarganya, bila dipaksakan menyebrang akan sangat beresiko (red)

Sumari salah seorang Petani, kepada kabardesaonline.com menuturkan bahwa warga sekitar, khususnya yang saben hari memanfaatkan jembatan tersebut berharap bisa secepatnya mendapat bantuan stimulant dari Pemdes Lahar, guna membangun jembatan itu dengan cor atau beton sehingga akan lebih kuat dan awet.

“ Saya mendengar sekarang desa punya dana milyaran dari Pemerintah Pusat, kami sebagai warga yang merasa butuh sangat berharap mendapat bantuan juga, karna jembatan ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh kami para petani, kami pun siap urunan (swadaya) bila memang bantuan yang diberikan oleh Desa tidak mencukupi ” terang Sumari kepada kabardesaonline.com (01/03)

Reporter : Saiful                                                                                               

Nasib Wahono, Tunawisma yang tinggal di Kuburan kini tengah kritis


Kabardesaonline.com, Tlogowungu - Seorang tunawisma yang bertahun-tahun tinggal di kuburan desa Tajungsari - Tlogowungu kini nasibnya sangat memprihatinkan.  Pria lanjut usia yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Wahono tersebut dua hari yang lalu dikabarkan ditemukan warga dalam kondisi tak sadarkan diri di perkebunan yang jauh dari permukiman penduduk, warga kemudian bersama-sama menggotongnya dan dibawa ke tempat tinggalnya.

Reporter kabardesaonline.com ketika menyambangi kediaman Wahono (02/13) mendapati pria tunawisma tersebut tergolek lemas di gubuk tempat tinggalnya selama ini yang berada di tanah kuburan.  Aparat desa dan beberapa warga sekitar yang juga berada di lokasi menuturkan bahwa rencananya Wahono akan diurus oleh Polsek Tlogowungu bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dari Polres Pati.

Baca Juga : Tak punya rumah, Kakek asal Kec. Tlogowungu ini bertahun-tahun tidur di Kuburan

Sampai berita ini diturunkan belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait kondisi terakhir Wahono setelah di bawa ke Rumah Sakit Daerah, rencananya Wahono akan diserahkan oleh Babinkamtimbas Polres Pati ke Panti Sosial.

Sempat diberitakan sebelumnya bahwa Wahono yang hidup sebatang kara itu mendiami kuburan atas seijin Pemerintah Desa setempat lantaran tidak memiliki tempat hunian.  Sebelumnya kakek-kakek tersebut oleh masyarakat sekitar diijinkan mendiami Punden Nyai Ageng Kenduruan yang tidak jauh dari gubuk tempat tinggalnya yang sekarang, namun karna sesuatu hal Wahono tidak tinggal di Punden itu lagi dan tidur di kuburan. Berikut Video kondisi terakhir Wahono :



Reporter : Aries, Ega
Editor : Saiful M

Rabu, 01 Maret 2017

Kupu - Kupu Malang di Lokalisasi Bulu Indah - Pati (Video Wawancara)

Kabardesaonline.com, Pati - Bila sebutan kupu-kupu malam disematkan kepada mereka yang berpenampilan cantik dan menggoda menghiasi malam para lelaki pengumbar syahwat, maka kupu-kupu malang sangat tepat untuk menyebut para WTS yang beroperasi di tempat Lokalisasi Bulu Indah Pati.

Penampilan yang jauh dari kesan cantik atau menggoda, karna memang rata-rata usia sudah mendekati 60 tahun tidak menghalangi niat mereka untuk menjajakan kenikmatan kepada para lelaki hidung belang. Nyatanya tidak sedikit pria muda dan gagah yang mencicipi pelayanan mereka.

Terlepas apakah mereka sadar atau tidak bahwa profesi tersebut merupakan “penyakit masyarakat” yang jelas haram menurut agama maupun tatanan norma tetap saja mereka adalah wanita-wanita malang yang layak mendapat perhatian dan bimbingan dari masyarakat dan Pemangku Kebijakan setempat.

Mereka yang rata-rata dulunya hanya lulusan SD tersebut, kepada kabardesaonline.com mengaku tidak punya pilihan lain kecuali menjadi pramuria.  Himpitan ekonomi, ketidak pedulian sanak saudara, dan minimnya bimbingan agama membuat mereka terjerumus ke dalam pekerjaan haram tersebut di usia senja.

Berikut video wawancara reporter kabardesaonline.com bersama salah seorang WTS di Lokalisasi Bulu Indah - Trangkil - Pati (02/2017)


Reporter : Ega
Editor : Saiful

Minggu, 19 Februari 2017

Empat Fakta Unik di balik Pilkada Pati 2017

Pengguna hak pilih di TPS 1 Desa Lahar - Tlogowungu

kabardesaonline.com - Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pati tahun 2017 selesai sudah. Pasangan Haryanto - Saiful Arifin terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati untuk masa tugas 2017-2022 setelah mengantongi suara 519.668 atau 74,52 % dari total pengguna hak pilih 711.521 orang, unggul telak dari Kota Kosong yang hanya mendapat 177.682 suara atau 25.48 %.  Sekedar diketahui DPT Pati adalah 1.035.825 (sumber : website resmi KPU Pati)

Ada banyak hal menarik dibalik Pilkada Pati tahun 2017 ini, berikut Empat Fakta Unik di balik Pilkada Pati 2017 versi kabardesaonline.com

1.        Mendagri termakan berita Hoax, sebut Kotak Kosong menang
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat termakan berita hoax alias palsu dengan menyebut bahwa Kotak Kosong menang sebelum akhirnya diklarifikasi.
"Ada yang menarik, kotak kosong menang. Dan itu di daerah padat penduduk, padat pemilih. Hampir 1,5 juta di Pati," ujar Tjahjo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis 16 Februari 2017, seperti dikutip dari laman viva.co.id.

image : viva.co.id

Sangat menggelitik sekali, sekelas Menteri sampai begitu ceroboh mengeluarkan statement di tengah-tengah perang melawan berita hoax yang digaungkan pemerintah. Padahal ada sumber yang lebih kredibel untuk mengetahui hasil penghitungan suara yakni KPUD setempat, Mengingat pernyataan mantan Sekjen PDIP periode 2010-2015 itu dikeluarkan sehari pasca hari pencoblosan (red)

Seperti diketahui, saling klaim kemenangan memang terjadi dalam Pilkada Pati 2017 kemarin, baik kubu Harfin (Haryanto - Saiful Arifin) maupun Kotak Kosong mengaku sudah mengantongi hasil coblosan melalui hitung cepat versi mereka.  Klaim mereka disebar via media sosial bahkan lewat telekonferensi radio lokal.


2.        Pemilih pemula banyak yang grogi dan salah coblos
Pemilih pemula adalah pemilih yang baru akan menggunakan hak pilihnya, kebanyakan dari mereka para remaja yang baru atau sudah menginjak usia 17 tahun di hari pencoblosan.  Selain syarat usia 17 tahun, mereka yang sudah / pernah kawin; dan Purnawirawan / Sudah tidak lagi menjadi anggota TNI / Kepolisian juga bisa disebut sebagai pemilih pemula.



Informasi yang dihimpun kabardesaonline.com di lapangan, baik wawancara langsung dengan pemilih pemula maupun penuturan para petugas di TPS kebanyakan pemilih pemula mengaku grogi dan gemetar ketika sudah ada di dalam bilik untuk mencoblos.

“ Banyak gadis belia yang tampak grogi sampai salah coblos, mungkin karna itu pengalaman pertama bagi mereka.  Beberapa dari mereka meminta surat suara baru kepada anggota KPPS karna salah coblos ” tutur salah seorang anggota KPPS di Desa Lahar Kec. Tlogowungu yang tidak disebutkan identitasnya (19/02).

“ Lain ceritanya dengan Titik (42), Ibu dua anak ini kepada kabardesaonline.com bercerita bahwa anak gadisnya yang merupakan pemilih pemula minta ditemani di dalam bilik dan minta ditunjukkan tata cara mencoblos yang sah.

3.        Mencoblos “Kotak Kosong” karna tidak suka dengan Tim Sukses Paslon
Perolehan suara Kotak Kosong yang mencapai 25 persen tidak serta merta bisa diartikan bahwa banyak rakyat yang tidak setuju dengan calon Petahana.  Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa banyak pencoblos Kotak Kosong memiliki motif lain, diantaranya tidak suka dengan Timses Paslon yang ada di tingkat desa.

Konflik pribadi maupun kelompok di akar rumput menjadikan gerakan coblos Kotak Kosong sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap Timses Paslon yang terdiri dari unsur pengurus partai maupun Pemdes.

4.        Banyak yang mau nyoblos Ahok
Masyarakat awam yang kurang mendapat sosialisasi banyak yang tidak mengenal sosok calon Bupati dan Wakil Bupati mereka. Ramai diperbincangkan H-1 sebelum pencoblosan bahwa ibu-ibu yang beraktifitas di Pasar Desa Lahar berseloroh akan memilih Ahok di Pilkada Pati 2017.

Pemberitaan mengenai Ahok yang hampir setiap hari tidak bisa dipungkiri telah menjadi Top of Mind bagi sebagian masyarakat di kalangan bawah.  Rata-rata mereka tidak memahami bahwa Ahok adalah calon Gubernur untuk wilayah DKI Jakarta.



Tidak hanya di desa Lahar, kontributor kabardesaonline.com melaporkan bahwa fenomena tersebut banyak juga terjadi di wilayah lainnya. Kebanyakan mereka yang mengidolakan Ahok dan akan mencoblosnya adalah kalangan ibu-ibu yang minim pengetahuan dan mereka yang lanjut usia.

Reporter : Abdul Rohim
Editor : Saiful M

Sabtu, 14 Januari 2017

Promosikan Wisata Daerah, Dishubkominfo Kab. Pati Apresiasi Film Troble C.O.D 2


kabardesaonline.com, Pati -  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati melalui Kabid E-Government memberikan apresiasi kepada bakat-bakat muda Pati yang telah berperan aktif mempromosikan wisata dan potensi daerah lewat sebuah film Troble C.O.D 2 yang rencananya akan mulai dirilis pada bulan Maret nanti.

Troble C.O.D 2 merupakan film sekuel dari film pendahulunya yang juga berjudul sama yakni Troble C.O.D 1 yang telah sukses memikat hati para praktisi dan penikmat film yang ada di Pati dan di berbagai wilayah di luar Pati, karna selain diputar di acara-acara nobar film garapan sutradara muda Yovie Young itu juga diunggah di Youtube sehingga bisa ditonton siapapun, kapanpun, dan di manapun berada.

Luky Pratugas Narimo, S.STP, MM Kepala Bidang E-Government Dishubkominfo Kab. Pati, kepada kabardesaonline.com ketika dimintai tanggapannya perihal karya-karya film anak Pati menyampaikan bahwa Kab. Pati memang sangat membutuhkan anak-anak muda yg penuh imajinasi, kreatif dan berani bermimpi besar.

Luky Pratugas Narimo, SSTP, MM - Kabid E-Government Dishubkominfo Kab. Pati

“ Saya berharap teman-teman jangan pernah terbatasi dengan keadaan. Mulailah dari apa yg ada. Saya percaya karya yang didasari dari ketulusan untuk memberi dampak dan manfaatnya pasti akan berbuah manis, cepat atau lambat. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk menghasilkan karya-karya original yang tumbuh dari kearifan lokal, hingga pada saatnya nanti teman-teman akan tersenyum puas dan bangga karena karya-karya tersebut akan memberi dampak yang luar bisa bagi generasi ke generasi. Amin ”   Terang Luky kepada kabardesaonline.com (10/1).


Seperti diketahui, Troble C.O.D 1 dan 2 dapat terwujud memang murni dari swadaya dan kesukarelaan para pemain dan semua kru film untuk menunjukkan bahwa anak-anak muda Pati mampu berkarya dan mempromosikan daerahnya meskipun tanpa ada sponsor dan dukungan dari pihak manamun juga.



Yovie, selain sebagai pengarah kru juga ikut ambil bagian sebagai pemeran dalam film Troble C.O.D 1 dan 2 tersebut. Kepada kabardesaonline.com (11/1) ayah satu anak itu menuturkan bahwa dalam film tersebut nantinya akan ada kejutan-kejutan tak terduga yang akan mengeksplor tempat-tempat eksotis di Pati.

Reporter : Saiful

Kamis, 12 Januari 2017

Batal ke Mata Najwa, Haryanto pilih konsentrasi pada Bencana Puting Beliung



kabardesaonline.com, Pati - Calon Bupati Pati tunggal yang juga petahana Rabu malam (11/1) batal hadir di acara talkshow Mata Najwa. Najwa Shihab host acara tersebut menyampaikan bahwa sebelumnya Haryanto mengkonfirmasi akan hadir namun tiba-tiba dibatalkan.   

Kepada awak media, Haryanto menyampaikan bahwa pembatalannya hadir di Mata Najwa tersebut karna mengunjungi lokasi bencana Angin Puting Beliung yang melanda wilayah Pati selatan.

“saya tidak dapat hadir memenuhi undangan sebagai narasumber dari program Metro TV Mata Najwa pada malam nanti”.

“ Pati baru saja di landa angin puting beliung yang telah mememporak porandakan ratusan rumah di dua wilayah kecamatan Winong dan Kecamatan Gabus, jadi sementara saya konsentrasi di wilayah untuk membantu warga”. Lebih lanjut Haryanto juga mengatakan akan di undang lagi dan rencananya akan di jadwalkan kembali oleh Mata Najwa, jelas Haryanto seperti yang dimuat dilaman online isknews.com Lintas Pati (11/1)


Editor : Saiful

Selasa, 10 Januari 2017

Pilkada Pati, Haryanto diundang ke program Mata Najwa



kabardesaonline.com, Pati - Bupati Pati non aktif Haryanto dikabarkan diundang sebagai narasumber di wawancara eksklusif yang akan disiarkan secara live oleh salah satu stasiun TV nasional pada Rabu (11/01) besok terkait dengan posisinya sebagai calon tunggal dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada bulan Pebruari mendatang.

Informasi perihal diundangnya Haryanto tersebut diamini oleh Luky P. Narimo selaku Pejabat di Dinas Komunikasi dan Informasi Kab. Pati ketika dikonfimasi oleh kabardesaonline.com Selasa sore (10/01) melalui akun FB pribadinya.

Dalam undangan program talkshow mata najwa yang akan dipandu oleh jurnalis senior Najwa Shihab di Grand Studio Metro TV Kedoya Jakarta itu Haryanto diundang sebagai narasumber dalam tujuh segmen wawancara, dan salah satu bahansannya adalah terkait posisinya sebagai calon tunggal dalam Pilkada.

sumber : Luky P Narimo

Seperti diketahui Haryanto merupakan salah satu calon tunggal yang akan ikut dalam Pilkada serentak di tahun 2017 ini selain di Tambraw (Papua Barat), Landak (Kalimantan Barat), Buton (Sulawesi Tenggara), Tulang Bawang Barat (Lampung), Kota Tebing Tinggi (Sumatera Utara), Kota Sorong (Papua Barat), dan Halmahera Tengah (Halmahera).

Mengenai akan hadir atau tidak memenuhi undangan tersebut Luky P Narimo kepada kabardesaonline.com menyampaikan bawah Haryanto sudah mengkonfirmasi akan hadir dalam acara talkshow tersebut.


Reporter : Saiful

Senin, 26 Desember 2016

Dana Desa Tahun 2017 untuk Kabupaten Pati capai 300 miliar rupiah


kabardesaonline.com, Pati - Desa di seluruh kabupaten Pati Jawa Tengah pada tahun 2017 nanti akan mendapat jatah alokasi Dana Desa dari Pemerintah pusat sesuai amanat Undang-Undang UU No 32 Tahun 2004 tentang Keuangan Desa.

Sebanyak 401 desa yang tersebar di 21 kecamatan nantinya akan mendapat 300 miliar rupiah lebih yang dibagi rata-rata setiap desa akan mendapatkan sekitar 700 juta rupiah.  Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 250 miliar rupiah saja dimana setiap desa rata-rata menerima 600 juta rupiah.

SUMBER

Sekedar diketahui, Dana Desa mulai dikucurkan sebagai implementasi dari Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 yakni seperangkat aturan mengenai penyelenggaran pemerintah desa dengan pertimbangan telah berkembang dalam berbagai bentuk sehingga perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.


Undang-Undang ini juga mengatur materi mengenai Asas Pengaturan, Kedudukan dan Jenis Desa, Penataan Desa, Kewenangan Desa, Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Hak dan Kewajiban Desa dan Masyarakat Desa, Peraturan Desa, Keuangan Desa dan Aset Desa, Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Badan Usaha Milik Desa, Kerja Sama Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, serta Pembinaan dan Pengawasan. Selain itu, Undang-Undang ini juga mengatur dengan ketentuan khusus yang hanya berlaku untuk Desa Adat sebagaimana diatur dalam Bab XIII.

Editor : Saiful

Tahun 2017 Pemerintah siap kucurkan Dana Desa 60 Triliun rupiah



kabardesaonline.com, Jakarta - Di tahun 2017 nanti yang tinggal menghitung hari ini Pemerintah Pusat akan mengucurkan Dana Desa sebesar 60 triliun rupiah kepada 74.954 ribu desa di seluruh Indonesia.

Seperti yang dijelaskan dalam Pasal 72 Ayat 2 tentang Keuangan Desa. Jumlah alokasi anggaran yang langsung ke desa, ditetapkan sebesar 10 persen dari dan di luar dana transfer daerah. Kemudian dipertimbangkan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, kesulitan geografi. Hal ini dalam rangka meningkatkan masyarakat desa karena diperkirakan setiap desa akan mendapatkan dana sekitar 1.4 miliar berdasarkan perhitungan dalam penjelasan UU desa yaitu, 10 persen dari dan transfer daerah menurut APBN untuk perangkat desa sebesar Rp. 59, 2 triliun, ditambah dengan dana dari APBD sebesar 10 persen sekitar Rp. 45,4 triliun. Total dana untuk desa adalah Rp. 104, 6 triliun yang akan dibagi ke 74 ribu desa se Indonesia.

Meskipun begitu hitung-hitungan di atas hanyalah taksiran kasar saja. Realisasi nya untuk Tahun Anggaran 2017 adalah seperti yang dilansir di dalam situs resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan yang dapat diakses di http://www.djpk.depkeu.go.id/


Dalam laman djpk-depkeu tersebut ditetapkan Dana Desa yang akan disalurkan adalah sebanyak 54 triliun rupiah  untuk Alokasi Dasar ditambah 6 triliun rupiah untuk Alokasi Formula, dimana setiap desa rata-rata akan mendapat jatah 720.442 juta rupiah.

Editor : Saiful

Selasa, 22 November 2016

Desa Kletek Kec. Pucakwangi akan punya wisata Bendungan



kabardesaonline.com, Pucakwangi - Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Kletek Kec. Pucakwangi yang baru-baru ini tengah melakukan gebrakan diberbagai sektor usaha berencana juga berekspansi ke bidang pariwisata.

Bersinergi dengan Karang Taruna, Dana Desa dan tabungan masyarakat UMKM rencananya akan digunakan oleh Pemerintah Desa guna pengelolaan sebuah bendungan untuk dijadikan tempat wisata.

Insyaallah kita akan membuat tempat wisata bendungan pak, karna sudah lama desa Kletek mempunyai aset yang tidak dikelola, jadi rencana ke depan kita akan mengupayakan pembuatan wisata bendungan ” tutur Rusgiyanto meneger BUMDES kepada kabardesaonline.com Selasa siang (22/11/2016)


Sebelumnya, diberitakan bahwa Pemerintah Desa Kletek Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati saat ini tengah berkomitmen memajukan desa dengan mengoptimalkan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) yang baru terbentuk sekitar tiga bulan yang lalu.  Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya Kantor BUMDES yang secara khusus nantinya akan digunakan untuk pusat pelayanan masyarakat terkait pemberdayaan masyarakat desa. Apapun pelayanan yang dibutuhkan masyarakat desa akan dapat diakses di kantor tersebut.

Reporter : Aif

Komitmen Maju, Desa Kletek - Pucakwangi Bangun Kantor BUMDES



kabardesaonline.com, Pucakwangi - Persaingan global yang ditandai dengan berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) baru-baru ini mau tida mau memaksa Indonesia harus tangguh dalam berkompetisi di dunia usaha agar tidak hanya menjadi target pasar.  Tak terkecuali masyarakat di pedesaan.

Pemerintah Desa Kletek Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati saat ini tengah berkomitmen memajukan desa dengan mengoptimalkan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) yang baru terbentuk sekitar tiga bulan yang lalu.

Tak tanggung-tanggung, Desa Kletek saat saat ini sedang membangun Kantor BUMDES yang secara khusus nantinya akan digunakan untuk pusat pelayanan masyarakat terkait pemberdayaan masyarakat desa.

“ Memang pada saat ini desa Kletek telah merintis adanya BUMDES, karna adanya potensi desa yang bagus untuk di kelola, mungkin dari satu kecamatan dari 20 desa hanya desa Kletek yang BUMDES nya sudah berjalan “ terang Yanto kepada kabardesaonline.com Selasa siang (22/11/2016).

Baca Juga : Desa Kletek - Pucakwangi akan punya wisata bendungan

Lebih lanjut, Manajer BUMDES yang punya nama lengkap Rusgiyanto ini menerangkan bahwa kantor BUMDES yang tidak lama lagi akan diresmikan oleh Camat Pucakwangi akan menjadi pusat layanan yang dibutuhkan masyarakat desa Kletek.


“ Apapun pelayanan yang di butuhkan oleh warga desa semua bisa di akses di BUMDES ini, termasuk pelayanan BRI menggunakan EDC BRI-Link, dan termasuk jasa jasa lainya. Saat ini kita numpang tempat dulu sambil menunggu proses pembuatan kantor. Karna kita butuh ases internet untuk pembayaran listrik online jadi kita menginduk di rumah saya, karna di rumah saya sudah tersedia internet ” imbuh Rusgiyanto.


Reporter : Aif

Tahun 2017 Upah Pekerja di Kab. Pati ditetapkan naik



Kabardesaonline.com, Pati – Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau yang dulunya akrab disebut UMR (Upah Minimum Regional) untuk Kabupaten Pati Jawa Tengah pada tahun 2017 nanti ditetapkan naik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo baru-baru ini.

Dilansir dari finance.detik.com, Bertempat di kantor dinasnya Ganjar Pranowo menandatangani penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2017 untuk 35 daerah di Jawa Tengah. UMK tertinggi yaitu Kota Semarang sebesar Rp 2.125.000.

Gubernur Ganjar menandatangani surat Keputusan Gubernur bernomor 560/50 Tahun 2016 tertanggal 21 November 2016 sore hari. Nominal UMK tersebut yaitu:

1. Kota Semarang Rp 2.125.000
2. Kabupaten Demak Rp 1.900.000
3. Kabupaten Kendal Rp 1.774.867
4. Kabupaten Semarang Rp 1.745.000
5. Kota Salatiga Rp 1.596.000
6. Kabupaten Grobogan Rp 1.435.000
7. Kabupaten Blora Rp 1.438.100
8. Kabupaten Kudus Rp 1.740.900
9. Kabupaten Jepara Rp 1.600.000
10. Kabupaten Pati Rp 1.420.000
11. Kabupaten Rembang Rp 1.408.000
12. Kabupaten Boyolali Rp 1.519.289.
13. Kota Surakarta Rp 1.534.985
14. Kabupaten Sukoharjo Rp 1.513.000
15. Kabupaten Sragen Rp 1.422.585,52
16. Kabupaten Karanganyar Rp 1.560.000
17. Kabupaten Wonogiri Rp 1.401.000
18. Kabupaten Klaten Rp 1.528.500
19. Kota Magelang Rp 1.453.000
20. Kabupaten Magelang Rp 1.570.000
21. Kabupaten Purworejo Rp 1.445.000
22. Kabupaten Temanggung Rp 1.431.500
23. Kabupaten Wonosobo Rp 1.457.100
24. Kabupaten Kebumen Rp 1.433.900
25. Kabupaten Banyumas Rp 1.461.400
26. Kabupaten Cilacap Rp 1.693.689
27. Kabupaten Banjarnegara Rp 1.370.000
28. Kabupaten Purbalingga Rp 1.522.500
29. Kabupaten Batang Rp 1.603.000
30. Kota Pekalongan Rp 1.623.750
31. Kabupaten Pekalongan Rp 1.583.697,50
32. Kabupaten Pemalang Rp 1.460.000
33. Kota Tegal Rp 1.499.500
34. Kabupaten Tegal Rp 1.487.000
35. Kabupaten Brebes Rp 1.418.100

Editor : Aif

Kamis, 17 November 2016

Baru Tiga Bulan, Talud Jalan Lahar - Pasucen senilai 200 juta Ambrol


kabardesaonline.com, Tlogowungu - Hujan deras yang mengguyur selama berjam-jam pada Selasa (15/11) tempo hari menimbulkan banyak kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah di kabupaten Pati, berdampak juga menyebabkan ambrolnya Talud Jalan Lahar - Pasucen  yang baru rampung beberapa bulan pengerjaannya.


Talud jalan dengan volume 86 x 2.5 meter yang didanai oleh APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2016 tersebut ambrol sepanjang kira-kira 5 meter dan terlihat mengalami banyak keretakan meskipun baru seumur jagung.  Di Papan informasi yang masih terpasang proyek senilai Rp 211.000.000,- itu dikerjakan oleh CV. ADI MUKTI pada pertengahan bulan Juli 2016 yang lalu dan ditargetkan selesai 100 persen pada awal oktober 2016.


Beberapa warga sekitar yang tidak jauh dari keberadaan talud yang berada di timur Dk. Gajah Ds. Lahar itu kepada kabardesaonline.com menyampaikan ambrolnya Talud diduga karna pada tahap finishing atau penggurukan pada tepian Talud kurang maksimal sehingga air tidak langsung meluber melainkan masuk dan menggenang di celah Talud sehingga pondasi tidak kuat menahan tekanan dan akhirnya ambrol. 

Reporter : Kim
Editor : Aif

Baca Artikel Unik Lainnya

loading...

Situs Sejarah